EDUKASI HIV & AIDS

Program penjangkauan yang fokus memberikan informasi HIV dan AIDS
melalui pendidikan dengan metode interaktif, menyenangkan, aman dan nyaman.

Pelatihan Keterampilan Fasilitasi Bagi Fasilitator

Pelatihan keterampilan fasilitasi bagi fasilitator ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan fasilitasi tenaga pendidik sebaya. Secara khusus pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman konsep fasilitasi, metode, dan keterampilan (teknis) menjadi seorang fasilitator dan educator yang baik sehingga para tenaga pendidik sebaya mampu membuat draft framework dan konten kit Edukasi (pelatihan) yang jelas kunci tujuan pembelajarannya dan poin-poin kunci pembelajarannya, serta mampu mengembangkan sistem monitoring dan evaluasi dengan demikian tenaga pendidik mampu menyususun Rencana Tindak Lanjut (RTL) bagi pengembangan Pendidikan HIV & AIDS. 

Mengembangkan Modul Lokakarya EduSpirit HIV & AIDS

Merencanakan, menyusun, dan menguji modul Lokakarya EduSpirit tentang HIV dan AIDS untuk fasilitator. Modul ini pertama kali disiapkan oleh Tim Konsultasi Benchmark Humanitarian (Rubby Emir), YCUI (Efo), AYO! Tim Fasilitator dan Tim Festival BaliSpirit yang didedikasikan, kemudian ditinjau oleh Tim Reviewer (drh. Surya Arnaya, M.Kes, dr. Asti Widihastuti, MHC, dr. Oka Negara, FIAS) pada tahun 2014. Pada tahun 2016 dengan Kementerian Pendidikan, kami sudah meninjau modul kami dan mengembangkan Modul edisi kedua dari EduSpirit Workshop AYO! Kita Bicara HIV & AIDS untuk membawa modul ke sekolah menengah di Indonesia.

Lokakarya Eduspirit HIV & AIDS

Program penjangkauan yang fokus memberikan informasi HIV dan AIDS melalui pendidikan dengan metode interaktif, menyenangkan, aman dan nyaman sesuai dengan prinsip Pembelajaran Orang Dewasa, dipusatkan pada harmoni dari pendidikan yang seimbang, bukan sebagai proses pengajaran informasi, namun sebagai media untuk belajar melalui komunikasi mendalam dan berbagi pengalaman dengan melibatkan aspek emosi dan spiritual yang fundamental bagi kesehatan dan kebahagiaan diri. Dengan menciptakan lingkungan yang aman dan bisa dipercaya, EduSpirit Workshop mendorong siswa sekolah menengah untuk berbicara terbuka tentang HIV dan AIDS.

EduSpirit Workshop memberikan:

  • Pendidikan kesehatan organ reproduksi dan seksual melalui pertukaran informasi yang kreatif dan partisipatif;
  • Informasi tentang perilaku berisiko, termasuk perilaku seksual berisiko dan penyalahgunaan NAPZA;
  • Informasi tentang IMS, HIV dan AIDS, mitos dan fakta, testing dan perawatan HIV dan AIDS;
  • Diskusi yang terbuka dan langsung untuk melawan stigma dan diskriminasi

Topik-topik yang diangkat dalam modul edukasi workshop AYO! Kita Bicara HIV & AIDS adalah:

  1. Remaja
  2. Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR)
  3. Seks, Seksualitas, dan Keberagaman Gender
  4. Kekerasan Berbasis Gender
  5. Infeksi Menular Seksual (IMS)
  6. HIV & AIDS, Layanan terkait HIV, Stigma dan Diskriminasi
  7. Kehamilan Tidak Direncanakan (KTD) dan Aborsi
  8. Perilaku Seksual Aman dan Beresiko
  9. NAPZA
  10. Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) melalui Pendekatan Pendidikan Sebaya
  11. Pencegahan KTD, IMS, dan HIV

Target EduSpirit Workshop ke SMA/K yang tersebar di 34 propinsi di Indonesia terutama untuk daerah-daerah yang minim intervensi program dan kesulitan mengakses/ mendapatkan informasi dan edukasi terkait HIV dan AIDS.

Program outreach melalui EduSpirit Workshop dari tahun 2010-2018 sudah menjangkau 100 sekolah, dan kurang lebih 6000 siswa. Daftar sekolah-sekolah yang diberikan EduSpirit Workshop dari tahun 2010-2018 klik disini.

Talkshow Edukasi

Edukasi HIV dan AIDS tidak hanya dilakukan ke SMA/K tetapi juga ke radio pemerintah dan radio swasta untuk penyebaran informasi secara merata di masyarakat. Sejak bulan November 2014, AYO! Kita Bicara HIV & AIDS mempunyai kegiatan talkshow HIV dan AIDS secara berkesinambungan bersama Radio Sonora Bali FM 98.9 setiap hari Selasa pukul 19.00-20.00 WITA.