APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA KAMU MENJADI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL?

JANGAN MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
Jangan menyalahkan diri sendiri atas kejadian yang kamu alami. Bangun keyakinan bahwa pelakulah yang bersalah sehingga kamu memiliki kekuatan untuk menyelesaikan kasus yang kamu hadapi.

JANGAN MENYENTUH ALAT-ALAT BUKTI DENGAN TANGAN
Jika kontak dengan alat-alat bukti kekerasan, gunakan plastik atau benda lain yang tidak menghilangkan sidik jari pelaku.

SIMPAN BARANG BUKTI
Jika menjadi korban pemerkosaaan, segera kumpulkan benda-benda yang bisa dijadikan bukti. Penting untuk tidak menyisir, menyikat tubuh, membilas, mencuci vagina, menyikat gigi, atau mandi dalam 24 jam kedepan setelah kejadian. Simpan baju, celana, dan pakaian dalam yang digunakan saat kamu mengalami kekerasan seksual. Simpan juga barang-barang milik pelaku yang tertinggal di tempat kejadian. Bungkus dengan kertas atau koran barang-barang tersebut secara terpisah. Hindari menggunakan kantong plastik agar residu cairan tubuh atau jejak DNA pelaku yang menempel di barang-barang tersebut tidak hilang.

LAKUKAN TANGKAPAN LAYAR (SCREENSHOT)
Jika bukti kekerasan seksual dalam bentuk pesan, gambar, foto, video, dll yang berbentuk digital, lakukan tangkapan layar sebagai bentuk barang bukti.

CARI DUKUNGAN ORANG YANG DIPERCAYA
Ceritakan apa yang telah terjadi pada teman, orang terdekat, pendamping, atau lembaga pengada layanan yang kamu percaya. Lembaga pengada layanan penting untuk kamu jika sewaktu-waktu kamu mengalami sakit atau trauma. Hal tersebut dapat membantu kamu dalam proses peradilan.

SEGERA LAPORKAN
Laporkan ke layanan yang kamu butuhkan, seperti layanan kesehatan, layanan bantuan hukum, dan layanan psikososial/konseling/shelter.
