REMAJA DAN KANKER SERVIKS

APA ITU KANKER SERVIKS?

Kanker serviks atau kanker mulut rahim adalah kanker yang terjadi pada daerah mulut rahim. Mulut rahim ini merupakan pintu masuk ke rahim yang letaknya diantara rahim dan liang vagina perempuan. Kanker serviks menjadi salah satu jenis kanker yang mematikan di Indonesia, bahkan menurut kementerian kesehatan Indonesia angka kejadian kanker serviks tertinggi ke-2 setelah kanker payudara. Banyak orang tahu tentang kanker serviks, tapi tidak tahu apa penyebabnya dan bagaimana cara mencegahnya, sehingga banyak sekali mitos yang beredar di masyarakat tentang penyebab kanker serviks dan banyak pula yang tahu penyebabnya setelah terserang dan berobat.

APA YANG MENYEBABKAN KANKER SERVIKS?

Kanker serviks atau kanker mulut rahim disebabkan oleh Human Papiloma Virus atau HPV. Banyak sekali mitos yang mengatakan kanker serviks disebabkan karena menggunakan toilet umum, keramas pake air dingin, makan mentimun, dll. Mitos-mitos itu sangat salah, karena satu-satunya penyebab kanker serviks adalah HPV atau Human Papiloma Virus.

PERILAKU SEPERTI APA YANG BISA MENULARKAN KANKER SERVIKS?

  1. Aktif Seksual Terlalu Muda

Banyak sekali ditemukan remaja perempuan yang sudah aktif seksual atau sudah pernah dan sering berhubungan seksual di usia kisaran 12 – 16 tahun. Makin muda berhubungan seksual, makin tinggi risiko terinfeksi HPV karena organ reproduksi perempuan di usia muda sangat rentan terjadi infeksi. Remaja cenderung menganggap sepele kanker serviks ini, karena mengira kanker serviks ini hanya menyerang orang dewasa, padahal perjalanan virusnya cukup lama sekitar 10 – 30 tahun sehingga jika sudah terinfeksi HPV di usia remaja, barulah menjadi kanker sekitar umur 40 tahunan.

  1. Hubungan Seksual Ganti-ganti Pasangan

Kebiasaan berhubungan seksual ganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom mempunyai risiko yang sangat tinggi untuk mengalami kanker serviks, karena HPV sama halnya dengan HIV yang tidak bisa dilihat secara kasat mata atau dari penampilan fisiknya.

  1. Infeksi Menular Seksual dan HIV

Seseorang yang positif mengalami Infeksi Menular Seksual/penyakit kelamin dan juga HIV berpeluang lebih besar untuk tertular HPV dan terserang kanker serviks.

BAGAIMANA GEJALA KANKER SERVIKS?

Sebenarnya tidak ada gejala khusus yang bisa terlihat dari kanker serviks, sehingga sering juga disebut dengan “Silent Killer”. Selain itu pula gejala yang terjadi pada tiap perempuan berbeda-beda. Tapi jika berdasarkan stadium dari kanker serviks tersebut secara umum gejala yang timbul di

  1. Stadium 1: Tidak ada gejala yang muncul dari kanker serviks, hanya keputihan yang tidak gatal, tetapi lama-lama muncul cairan berbau busuk dari liang vagina.
  2. Stadium 2: Umumnya muncul perdarahan setelah berhubungan seksual yang berlanjut meskipun tidak sedang berhubungan seksual.
  3. Stadium 3: Gejala yang muncul adalah anemia (kurang derah) dan berat badan menurun serta perdarahan dari liang vagina juga semakin parah.

Tapi sekali lagi itu gejala pada umumnya, tidak semua perempuan mengalami gejala yang sama, bahkan ada yang tidak menampakkan gejala sama sekali.

BISAKAH REMAJA TERKENA KANKER SERVIKS?

Tentu bisa, semua perempuan beresiko terkena kanker serviks khususnya yang melakukan perilaku berisiko seperti hubungan seksual terlalu muda, berhubungan seksual ganti-ganti pasangan, dan jika mengalami IMS dan HIV.

BAGAIMANA CARA MENCEGAH KANKER SERVIKS?

  • Menghindari berhubungan seksual terlalu muda atau di bawah 20 tahun
  • Tidak berhubungan seksual ganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom
  • Saling setia dengan 1 pasangan seksual
  • Jika sudah ada keputihan berbau atau perdarahan segera ke pelayanan kesehatan
  • Jika sudah pernah berhubungan seksual, lakukan pap smear di puskesmas, rumah sakit, atau di dokter kandungan secara rutin sesuai anjuran petugas kesehatan
  • Jika belum pernah sama sekali berhubungan seksual, lakukan suntik vaksin kanker serviks
  • Jangan mudah percaya mitos tentang penyebab kanker serviks
  • Cari informasi yang benar tepat di puskesmas, rumah sakit, atau di dokter.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *